|
Jakarta, Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenegpora) ke depannya akan lebih bersikap Tut Wuri Handayani, berada di belakang KONI/KOI dalam sistem pembinaan olahraga dan berbagai kepentingan keikutsertaan Indonesia di kancah event internasional. Kami Kantor Menegpora akan berada di belakang dan bersikap tut wuri handayani atas KONI/KOI yang berhak mengatur dan mengelola olahraga prestasi, ujar Menegpora Andi Mallarangeng di Jakarta, Rabu (4/11).
Hal itu dikatakan Andi Mallarangeng setelah dia menerima kunjungan pengurus teras KONI/KOI Pusat yang dipimpin Rita Subowo. Dalam pertemuan sekitar satu setengah jam itu kedua pihak membahas berbagai hal menyangkut kepentingan keolahragaan. Sebelum pertemuan berlangsung secara tertutup, Andi Mallarangeng di hadapan juru kamera dan televisi berpose dengan Rita Subowo sambil mengatakan; Mulai hari ini ke depannya yang ada diantara Menegpora dan KONI adalah kemesraan. Andi menegaskan bahwa selaku instansi pemerintah Kemenegpora yang dipimpinnya tak akan ikut campur terlalu jauh dengan sistem pembinaan dan berbagai hal yang menyangkut olahraga prestasi yang memang menjadi hak dan kewajiban KONI/KOI Pusat. Menegpora mengatakan bahwa pihaknya ingin semua stakeholder olahraga dapat bersatu untuk mencapai keberhasilan prestasi yang diidamkan dan bukan dengan cara yang terpecah-pecah. Berbagai persoalan yang terjadi seyogyanya dapat diselesaikan bersama dengan berbicara dari hati ke hati satu sama lain.
Kami sepakat, posisi pemerintah kadang harus ada di depan, di tengah, atau di belakang. Soal pembinaan olahraga KONI-lah yang lebih tahu. Dalam hal keolahragaan KONI ada di depan dan Menegpora akan berada di belakang, Menegpora tut wuri handayani. Tak perlu ada gejolak-gejolak. Prestasi olahraga dan kehormatan bangsa hanya bisa dicapai dengan bersatu, tegasnya.Dana dan Kinerja Selain mengaktualisasikan peranan KONI/KOI dalam pembinaan olahraga prestasi, Andi Mallarangeng mengatakan bahwa pemerintah berpegang kepada prinsip yang telah disepakati bersama yakni KONI pun tak luput dari akuntabilitas pendanaan dan kinerja. Secara prinsip sementara kita menyepakati bahwa KONI/KOI pun tak luput dari akuntabilitas pendanaan dan kinerja. Kita akan membentuk tim yang akan merumuskan pola kerjasama yang sinergi antara Kemenegpora dengan KONI Pusat, paparnya. Terkait dengan program PAL, baik Andi Mallarangeng maupun Rita Subowo mengatakan bahwa program tersebut tetap dinilai baik, namun perlu disempurnakan dengan komponen yang mendukung sehingga pelaksanaannya berjalan sinergi dengan program Pelatnas KONI Pusat. Andi mengatakan dalam kasus sebelumnya persoalannya hanya karena belum mencapai titik temu sehingga terjadi benturan-benturan. Rita sendiri mengatakan bahwa sistem pembinaan olahraga prestasi ke depan akan dibuatkan blue print yang harus dipatuhi dan dijalankan secara bersama. Program PAL tetap baik, tetapi masih banyak yang harus dilaksanakan untuk mencapai prestasi puncak. Kita akan membuat blue print, ujar Rita Subowo. Mengenai pendanaan, Andi Mallarangeng mengatakan bahwa masalah pendanaan olahraga di Tanah Air masih dalam pembahasan (briefing). Namun Andi pun mengakui bahwa pendanaan olahraga di Indonesia harus lebih dipertajam dan belum bisa memerinci tentang peningkatan dana olahraga dalam APBN. (vic) |