Apakah Anda telah memikirkan masa depan Anda setelah pensiun dari tinju? Perlu diingat pengalaman petinju kita Ellyas Pical adalah sebuah barometer betapa tak dihargainya hari tua olahragawan di Indonesia. Semoga Anda telah memikirkannya, (Widjaja Prawira, Bogor, dan Surya, Jakarta)
Saya setuju dengan pendapat Anda. Makanya saya mulai memikirkan masa depan saya setelah pensiun nantinya. Saat ini saya sudah ada usaha kecil-kecilan sih. Mudah-mudahan nanti bisa memiliki usaha yang lebih baik.
Sepengamatan saya, stamina Chris John saat duel ulang melawan Rocky Juarez lebih merosot dari pertandingan pertama. Benarkah demikian? Apa yang terjadi? (Roy, Jakarta)
Persiapan saya melawan Juarez cukup baik. Kami juga sempat berlatih di Pegunungan Big Bear. Saya rasa Juarez juga mempersiapkan diri. Dilihat dari pertandingannya, dia memiliki stamina yang sangat baik. Saat ini saya cocok dengan pelatih dan manajer saya. Hal ini sangat penting buat atlet.
Chris John, Anda adalah legenda hidup, sopan santun, ramah, dan tidak sombong menjadi ciri khas Anda sebagai seorang petinju profesional. Pertandingan dengan siapakah yang menjadi tantangan paling berat dalam karier Anda? (Franko Nero, Yogyakarta)
Buat saya, pertarungan terberat saat menghadapi Juan Manuel Marques (Meksiko) saat bertanding di Kalimantan Timur. Dia berpengalaman dan pukulannya sangat cepat dan akurat. Tetapi saya sempat terpukul jatuh sampai 2 kali dan hidung patah tulang rawan saat menghadapi almarhum Alfaridzie ketika merebut gelar juara nasional.
Saya bangga dengan Chris John. Selain mengharumkan nama bangsa. Apa rahasia sukses Chris John? (Jamalum Sinambela, Deli Serdang)
Saya berusaha bekerja keras, berlatih maksimal; belajar memperbaiki kekurangan atau belajar teknik baru serta fokus pada pekerjaan saya sebagai petinju; fokus dan mencintai pekerjaan saya sebagai seorang petinju serta menyempurnakannya dengan doa. Ora et labora.
Aku jelas bangga jadi warga Banjarnegara, sama-sama dari Rakit lagi, wuiih... jan banggane pol-polan!!! Oh ya, kenapa si Om John kalau pulang ke Rakit masih sering pakai bus umum? Terus kapan nih mau mendirikan sasana tinju di Banjarnegara Gilar Gilar kota kita tercinta? Masih sering main wushu gak ya. (Nurfahmi Budi, Banjarnegara, Jawa Tengah)
Iya, dulu sebelum juara dunia (masih kere) kalau pulang kampung masih pake bus umum. Sekarang berkat Tuhan bisa pakai mobil sendiri. Mudah-mudahan setelah gantung sarung tinju pasti saya memikirkan untuk menyalurkan ilmu saya buat teman- teman yang berbakat tinju. Kini saya tak bertanding wushu lagi karena sudah harus benar-benar fokus di tinju.
Anda tidak memiliki killing punch yang sangat diperlukan oleh seorang juara tinju. Apakah Anda dan pelatih tidak mencari metode untuk meningkatkan kemampuan dalam hal ini? (A Agust Subagio, Kebayoran)
Kita juga melatih killing punch. Tetapi saat bertanding ada beberapa faktor yang bisa untuk menjatuhkan lawan. Salah satu yang paling penting adalah timing untuk memukul saat lawan benar-benar lengah dan menjatuhkannya.
Bagaimanakah Om Chris mengalahkan rasa takut saat menjelang pertandingan? (Vincentius BK, Semarang)
Rasa takut saya pikir adalah perasaan normal atlet tinju sebelum bertanding. Sebelum bertanding ada bermacam pikiran campur aduk. Biasanya saya lebih suka bercanda dengan pelatih atau mendengarkan lagu-lagu favorit dan bernyanyi untuk mengurangi rasa takut atau grogi.
Bisakah Anda menambah power pukulan dan speed pukulan ketika naik kelas untuk menantang para jawara di sana, seperti Manny Packo, Foyd M, ataupun yang lainnya. (Roziq, Tangerang)
Pelatih saya pasti mempunyai cara berlatih khusus bila saya naik berat dan bertanding di kelas lebih atas. Misalnya, menambah latihan beban.
Setelah beberapa kali mempertahankan gelar dan tidak pernah kalah, apalagi Anda sudah bertanding di pusatnya bisnis tinju dunia yang dipromotori oleh Golden Boy Promotions, mengapa Anda tidak menantang Mr Pacman yang juga berasal dari Asia Tenggara atau berusaha menyatukan gelar kelas bulu dari badan tinju dunia yang lain? (Heri Kartono, Doha, State of Qatar)
Saat ini Pacman sudah tidak di kelas bulu (saya kini, juara di kelas bulu). Saya yakin pelatih dan manajer saya memikirkan yang terbaik buat saya ke depan. Penyatuan gelar juga sudah kami pikirkan. Mudah-mudahan bisa terwujud.
Apakah akan melakukan program latihan untuk meningkatkan bobot pukulan Anda sehingga bisa menang KO dalam pertandingan berikutnya? Kapan Anda pensiun? (Resta Palulun, Jakarta)
Di setiap latihan kita tetap melatih bobot pukulan. Tetapi di saat bertanding ada beberapa faktor untuk bisa membuat jatuh lawan, biar bobot pukulan keras, tetapi timing tidak pas yah juga belum bisa membuat lawan terjatuh. Saya merencanakan pensiun sebelum usia saya 35 tahun. Saat ini saya berusia 30 tahun.
Saya kagum dengan sikap rendah hati Anda selama ini walau Anda sudah mencapai puncak karier internasional. Umumnya atlet-atlet nasional kita jatuh karena kesombongannya sendiri. (Hadi Hardjono, Tebet, Jakarta)
Saya berpikir, tidak ada untungnya bersikap angkuh, sombong, dan tinggi hati. Sikap seperti itu tidak disenangi orang lain dan bisa membuat kita lupa diri serta berpengaruh pada kesiapan kita sebagai atlet. Buat saya kesadaran diri adalah kunci buat saya untuk selalu rendah hati.
Pernahkah Anda merasa jenuh di kelas bulu? Ada rencana untuk pindah kelas? (Adrian Hernando, Cirebon)
Rasa jenuh untuk tetap di kelas bulu tidak ada. Saya menyadari kemampuan saya. Mungkin, bila naik kelas belum tentu bisa bersaing dengan petinju yang kelasnya lebih atas itu. Semua butuh pengertian matang.
Semua pukulan petinju mengarah ke kepala dan dagu Bang Chris. Enggak takut terkena penyakit saraf? (Yensi Madarani, Bintaro)
Perasaan takut kerusakan di saraf saya pasti ada. Tidak bisa dimungkiri, tinju memang berisiko itu. Saya berusaha menjaga sebisa mungkin untuk mengurangi risiko kerusakan saraf itu dengan berbagai informasi. Semua pekerjaan ada risiko masing-masing.
Sebenarnya kelainan darah apa yang Anda alami sehingga membuat Anda pingsan dan pertandingan dengan Juarez (Juli 2009) dibatalkan? Apakah akan berpengaruh pada karier Anda? (Sopian Hadi, Desa Nyelanding Bangka)
Saat itu, ada kelainan di dalam darah saya sehingga membuat darah saya agak kesulitan menyerap oksigen. Padahal, saat bertanding saya membutuhkan penyerapan oksigen yang besar. Makanya kita minta mundur sampai kondisi benar-benar pulih.
Anda sangat membanggakan bangsa Indonesia, tetapi ada satu hal yang mengganjal dan ingin saya tanyakan: Dalam setiap pertandingan, stamina Anda sangat baik, tapi pukulan Anda terlihat kurang keras sehingga lawan jarang tergoyahkan. Bagaimanapun Anda adalah kebanggaan bangsa Indonesia. God bless Chris John. (M Endra Runy, Bekasi)
Saya selalu dilatih meningkatkan kekerasan pukulan. Tetapi, menurut saya, selain bakat masing-masing petinju juga ada beberapa faktor untuk membuat lawan jatuh. Jadi tidak hanya semata-mata soal killing punch aja. God bless you.
Impian apa yang belum Anda raih semenjak kecil? Ketakutan terbesar Anda itu bila terjadi apa? Apa yang telah Anda lakukan bila sudah pensiun? (Akhmad ”BaQi” Bakhtiar, Cipinang Jaya, Jakarta)
Impian saya dari kecil untuk menjadi juara dunia sudah tercapai. Ketakutan terbesar ialah terjadinya cedera di bagian saraf atau otak yang tidak bisa dimungkiri itu adalah ancaman terbesar bagi para petinju. Saya berusaha untuk membuat suatu usaha di luar tinju untuk persiapan setelah saya pensiun bertinju. Juga, tidak menutup keinginan juga saya ingin melatih para petinju muda nantinya. (ush)
Kompas, Jumat, 9 Oktober 2009 | 03:38 WIB