|
Kontingen Olimpiade Mahasiswa Terbang ke Serbia |
|
|
|
|
Written by niam fathun
|
|
Saturday, 27 June 2009 08:35 |
Jakarta - Ketua Umum KON/KOI Rita Subowo melepas kontingen Indonesia yang akan tampil pada event Olimpiade Mahasiswa atau Universiade di Belgrade, Serbia, 1-12 Juli mendatang.
Indonesia yang hanya berpartisipasi pada dua dari 15 cabang yang dipertandingkan, diharapkan mampu mengulangi prestasi universiade Thailand 2007 lalu. Pada event dua tahunan ini, Indonesia mengikutsertakan cabang panahan (7 atlet) dan taekwondo dengan empat kenshi putra dan putri masing-masing dengan pelatih.
Tidak ada alasan lagi bagi kita untuk tidak menjadikan Universiade sebagai sasaran antara. Karena pada level lebih rendah sudah ada olimpiade remaja (youth olympic), ujar Rita setelah menerima kedatangan kontingen Universiade Indonesia yang dipimpin oleh tim manajer Marhot Harahap di Gedung KONI, Jumat (26/6).
Kita berharap, keikutsertaaan kita pada Universiade ini bukan sekedar partisipasi belaka, karena ajang ini bisa menjadi arena untuk kemampuan bagi para atlet kita yang berstatus mahasiswa untuk berprestasi di tingkat dunia, dan bukan lagi sekedar menjadi sasaran antara, ujar Marhot.
Menurut Rita, seiring dengan adanya kebijakan sejumlah kampus perguruan tinggi ternama yang menerima atlet berprestasi lewat jalur khusus, maka sudah sewajarnya keikutsertaan Indonesia pada ajang dua tahunan tersebut tidak lagi sekedar penggembira.
Meski para atlet dikirim oleh Diknas dan dilaksanakan oleh BAPOMI (Badan Pelaksana Olahraga Mahasiswa Indonesia), namun kita harap pengiriman para atlet harus lebih selektif, paparv Rita.(anm/alm/msm) |
|
Para Remaja Indonesia Juara Dunia |
|
|
|
|
Written by niam fathun
|
|
Thursday, 25 June 2009 10:33 |
Jakarta - Pelajar Indonesia kembali meraih prestasi gemilang di kancah internasional dengan menjuarai Global Enterprise Challenge (GEC) 2009. Tim Indonesia berhasil mengalahkan juara dunia tahun lalu, Selandia Baru, juara tahun 2007, Amerika Serikat, dan negara peserta dari lima benua, antara lain: Jerman, Australia, Selandia Baru, Skotlandia, Jepang, Afrika Selatan, Korea, dan Singapura.
Yohanes Surya, Ketua Surya Institute, di Jakarta, Rabu (24/6), mengatakan berita kemenangan tim Indonesia itu diumumkan oleh astronaut NASA Sandra Magnus, dalam suatu live web stream pada jam 14.30 GMT atau jam 21.30 WIB pada tanggal 23 Juni 2009.
Tim Indonesia yang menamakan diri Kelompok Spoon Corporated diwakili oleh Wismaya Adi Purnama (SMA Taruna Nusantara Magelang), Lita Gunawan (SMAK Yahya Bandung), Rizki Satrio Nugroho (SMA Madania Bogor), Evelyn Antoinette (Bina Bangsa School Jakarta), Asyraf Firas Abdurrasyid (SMAN 1 Bandung), dan Christa Yona Twedrian (SMA Regina Pacis Bogor).
Dengan menjuarai GEC di tahun 2009 ini, Indonesia menjadi negara Asia pertama yang memenangkan GEC sejak diluncurkan di Skotlandia pada tahun 2002. Saat ikut serta untuk pertama kalinya dalam GEC tahun 2008, Indonesia bau berada di peringkat keenam setelah berhasil mengalahkan Singapura. Sementara itu, Korea kembali memenangkan penghargaan kreatifitas dalam GEC 2009, mengulangi prestasi mereka tahun lalu dalam GEC 2008.
Anggota Tim Indonesia di GEC 2009 datang dari berbagai latar belakang dan sekolah, bekerja sama dalam satu tim untuk memecahkan challenge berupa simulasi masalah yang dirancang oleh NASA, yang disiarkan melalui internet secara bersamaan ke semua peserta di berbagai tempat penyelenggaraan lomba di dunia.
GEC adalah lomba inovasi dan entrepreneurial di antara kelompok para remaja usia 16-19 tahun, menggunakan teknologi internet dan menjangkau skala regional dan global. Tim-tim peserta dari seluruh dunia harus menjawab challenge atau persoalan yang diberikan oleh NASA dan disiarkan melalui internet dari Glasgow, Skotlandia.
Challenge yang diberikan menuntut tim peserta merancang suatu prototipe dan rencana bisnis/marketing untuk suatu produk yang bisa dipasarkan secara komersial, demi mencapai suatu tujuan. Semua konsep, rancangan prototipe, rencana bisnis, serta rekaman presentasi (yang durasinya maksimum hanya 3 menit) harus diselesaikan dalam waktu yang sangat terbatas, yaitu dalam 24 jam sejak challenge diterima. Umumnya, tujuan ini berhubungan dengan suatu obyektif sosial atau yang terkait dengan masalah lingkungan.
Saat ini sekitar 5000 siswa dari 200 sekolah/perguruan tinggi dari berbagai negara di lima benua berpartisipasi dalam GEC setiap tahunnya GEC didukung oleh NASA dan World Intellectual Property Organisation (WIPO), yang mana WIPO memberikan medali emas pada tim pemenang serta sertifikat pada masing2 anggota tim.
Tim Indonesia berkumpul bersama untuk mengikuti GEC sejak Senin 22 -24 Juni 2009 di Jakarta. Tahun ini latar belakang Challenge yang diberikan oleh NASA adalah bahwa setiap hari, satu milyar orang di dunia akan kelaparan, sementara rumah tangga di negara-negara G-20 membuang jutaan ton makanan sisa senilai milyaran dolar.
Challenge GEC tahun 2009 adalah bagaimana merancang suatu model dari suatu produk atau jasa yang inovatif, yang bisa mengurangi makanan terbuang (reduce food waste) di negara peserta serta sekaligus menolong mengatasi kelaparan di salahsatu negara termiskin di dunia.
Solusi harus dipresentasikan oleh setiap tim dalam bahasa Inggris kepada tim juri dalam bentuk rekaman maksimum 3 menit, disertai business plan, yang dikirim via internet ke para juri di Skotlandia, 24 jam setelah Challenge diberikan.
Pemenang ditentukan berdasarkan kombinasi pendekatan inovatif dan kreatif, pertimbangan cost-benefit dari produknya, efektifitas strategi pemasarannya terhadap target audience-nya, serta efektifitas penyampaian idenya dalam presentasinya selama maksimum 3 menit.(anm/msm/sfd) |
|
|
Mahasiswa Beraksi Tuntut Adili Koruptor |
|
|
|
|
Written by niam fathun
|
|
Friday, 19 June 2009 08:38 |
Manado - Komunitas Mahasiswa Hukum Peduli Keadilan (Komphplek), menggelar aksi unjuk rasa di halaman kampus Unsrat, Kamis (18/6).
Dalam orasinya, para mahasiswa yang dipimpin Noval mahasiswa hukum angkatan 2007, itu menyesalkan kampus yang merupakan lembaga pendidikan yang murni dan corong kebenaran, telah diserang virus korupsi.
Dugaan kasus penerimaan negara bukan pajak (PNBP) di Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Samratulangi (Unsrat), adalah bukti masuknya virus korupsi di Unsrat, kata Noval.
Aksi mahasiswa ini, sempat disambut rektor Unsrat Profesor DR Donald Rumokoy, namun ia tidak memberikan penjelasan kepada para mahasiswa, malah menahan kartu identitas mereka.
Apa yang dilakukan Rumokoy, sempat mengundang kemarahan mahasiswa, sehingga mereka melakukan aksi bakar ban. Rektor Rumokoy sendiri menyesalkan sikap mahasiswa ini, sebab menurutnya itu adalah tindakan yang sudah berlebihan.
Sementara koordinator aksi mahasiswa, Noval menyampaikan tuntutan para pendemo, dengan pengeras suara. Tuntutan para mahasiswa itu antara lain, pelaku korupsi PNBP di Fakultas Hukum Unsrat harus ditangkap dan diadili, menuntut penghapusan pungutan liar yang menyusahkan mahasiswa.
"Kami juga menuntut pimpinan fakultas segera menyelesaikan masalah internal di fakultas yang makin memanas, serta jangan memasung hak mahasiswa menyampaikan pendapat," kata Noval.(anm/alm/msm) |
|
Last Updated on Friday, 19 June 2009 08:55 |
|
Mahasiswa Tawarkan Kontrak Politik |
|
|
|
|
Written by niam fathun
|
|
Saturday, 13 June 2009 09:14 |
Semarang - Mahasiswa yang tergabung dalam BEM Seluruh Indonesia memanfaatkan momentum bertemu Calon Wakil Presiden Wiranto ketika melakukan kampanye dialogis di Semarang, Jumat (12/6), dengan menawarkan kontrak politik.
Kontrak politik yang ditawarkan mahasiswa kepada cawapres yang diusung Partai Golkar dan Hanura itu terkesan mendadak, karena disodorkan saat Wiranto keluar dari ruangan dan hendak menuju ke mobil yang akan mengangkutnya pulang setelah kampanye dialogis pasangan calon presiden JK-Win yang bertema "Lebih Cepat Lebih Baik Dengan Hati Nurani" di Hotel Patra Jasa Semarang usai.
"Kami, perwakilan mahasiswa seluruh Indonesia yang tergabung dalam BEM SI ingin menawarkan kontrak politik kepada bapak apabila nantinya benar-benar menjadi pemimpin bangsa ini," ujar Presiden BEM KM Undip Yudha Prakasa yang menjadi wakil dari BEM SI untuk menawarkan kontrak politik tersebut.
Ia menjelaskan, dalam kontrak politik tersebut terdapat tujuh gugatan rakyat (Tugu Rakyat), yakni soal nasionalisasi aset strategis bangsa, mewujudkan pelayanan pendidikan dan pelayanan kesehatan yang bermutu, terjangkau dan merata, tuntaskan kasus BLBI dan korupsi Soeharto beserta kroninya, kembalikan kedaulan bangsa pada sektor pangan, ekonomi dan energi.
Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga menginginkan adanya jaminan ketersediaan dan keterjangkaun harga kebutuhan pokok rakyat, tuntaskan reformasi birokrasi dan berantas mafia peradilan, dan selamatkan lingkungan dan tuntut PT Lapindo Brantas untuk mengganti kerugian yang dialami masyarakat.
Mendapatkan sodoran stop map warna kuning yang berisi tujuh kontrak politik yang disodorkan mahasiswa, Wiranto mengatakan, pihaknya tidak sebatas kontrak politik, tetapi pihaknya juga bersumpah.
"Kami sudah maju sebagai capres, sumpahnya di atas dengan kitab Alquran. Apakah masih ada yang lebih tinggi lagi," ujarnya.
Untuk menjawab kontrak politik tersebut, Wiranto mengaku, harus membicarakannya dengan Jusuf Kalla, karena mereka merupakan pasangan capres dan cawapres pada Pemilu Presiden 2009. "Kontrak politik ini akan kami bawa dahulu," ujarnya.
Mendapatkan jawab tersebut, para mahasiswa akan menantikan jawaban dari cawapres tersebut apakah berani menandatangani tujuh kontrak politik yang diajukan tersebut.
Selain mahasiswa yang tergabung dalam BEM SI, permintaan hampir serupa juga dilontarkan perwakilan Himpunan Mahasiswa Perikanan Indonesia (HMPI) yang menginginkan dialog dan pemaparan riil pengembangan perikanan dan nasib nelayan untuk ke depan.
"Jika Bapak mendukung, kami siap menginstruksikan untuk memenangkan JK-Win menjadi pemimpin bangsa ini selama lima tahun ke depan," ujar Ketua DPP HMPI, Saiful Opangge kepada Wiranto yang hendak masuk ke mobil.
Menanggapi pernyataan tersebut, Wiranto dengan tenang memberikan tanggapan, bahwa pihaknya siap melakukan dialog dengan kelompok nelayan."Silahkan diatur kembali, kami siap," ujarnya.
Ia menegaskan, pencalonan dirinya menjadi capres bukan main-main. "Kami benar-benar ingin memperjuangkan kepentingan rakyat banyak. Sebelumnya juga sudah kami paparkan keinginan kami mewujudkan bangsa Indonesia jaya dalam persaingan dengan negara lain," ujarnya.(anm/alm/msm)
Bolt Rebut Juara Lari Kembali Toronto - Pemegang rekor dunia Usain Bolt memenangi lomba 100 meter pertamanya sejak mengalami cedera kaki akibat kecelakaan mobil April lalu, pada kejuaraan atletik Festival of Excellence di Toronto, Kamis (11/6). Ia mencatat waktu 10.00 detik dalam lomba di bawah kondisi hujan di Varsity Stadium tersebut, masih di bawah rekor dunia 9,69 detik yang diciptakannya di Beijing 2008, dimana ketika itu ia juga meraih medali emas dan membuat rekor baru 200 meter.
Atlet AS Shawn Crawford, juara olimpiade 2004 di nomor 200 meter dan runner-up di Beijing, finish pada urutan kedua dengan waktu 10,25 detik, sedangkan rekan senegaranya Ivory Williams urutan ketiga dengan waktu 10,28 detik. "Saya merasa baik. Saya merasa harus membuat hasil yang lebih baik. Bagi saya ini sudah cukup bagus. Saya telah bebas dari cedera," katanya. Bolt, 22, mengalami kecelakaan mobil dua bulan lalu dan luka pada kaki kirinya harus dijahit. Bolt, yang mencatat waktu 9,93 detik pada lomba di Jamaika Maret lalu, menarik diri dari turnamen di Kingston 2 Mei karena cederanya. Tapi dua pekan kemudian ia dapat mencatat waktu tercepat dalam lomba lari 150 meter di Manchester, Inggris.(anm/alm/msm) |
|